Nasib saudaraku di Palestin
Palestin
Ahad, 21 Februari 2010
Kisah Perjuangan Anak-Anak Palestina Menjenguk Ayahnya Dipenjara Israel
0 ulasan Dicatat oleh SaripDol di 12:25 PTG
Bertemu dengan Ayah sangat mahal dan berisiko bagi Anak-anak Palestin yang Ayahnya ditahan dipenjara Israel. Mendapat izin hanya sekali setiap dua minggu.
Kisah yang menyentuh hati, mengingat penderitaan anak-anak kecil Palestin yang ingin bertemu, melihat dan mengharap belaian kasih sayang dari seorang Ayah, walau hanya dapat melihat dari balik kaca dan cuma dapat bersentuhan hujung jari.
Jinan adalah anak yang berumur 6 tahun yang sering mengunjungi ayahnya Ali Nazal pada setiap 2 minggu hari isnin , dipenjara Chattah-Gilboa, Israel. Aktiviti mengunjungi ayahnya sudah dilakukan sejak dua tahun belakangan ini dan beliau merupakan pelawat paling muda.
Biasanya Jinan pergi sendiri, namun belakangan ini ia melawat si ayah bersama kedua adiknya Dania (4) dan Nur (2), mereka bertiga bersiap sejak sebelum fajar. Ibunya Salam Nazal mendandani ketiga putrinya dan tidak ketinggalan membekal makanan siang untuk ketiga putri nya tersebut.
Ketiga anak-anak Palestin tersebut tidak paham mengapa si ayah tinggal dinegara Zionis tersebut, kerana itu setiap kali bila menjenguk Ayahnya, Jinan selalu bertanya kepada ibunya, ” Mami…mengapa ayah selalu tidur di Israel ? ” . Salam Nazal punya satu jawapan jitu yang cukup menghibur anak-anaknya, ” Kerana disanalah tempat tidur untuk orang-orang Palestin terbaik, dan Ayahmu salah satu diantara mereka. “
“Ali Nazal (35) sebelumnya hanyalah pedagang pakaian dipinngir jalan, meski pun baru akan diadili, ia sudah tinggal dipenjara Israel selama dua tahun. Ia disabitkan hukuman penjara 10 tahun jika terbukti memiliki senjata dan menyembunyikan seorang buruan. Dakwaan ini sebenarnya sama sekali tidak terbukti karena informasi yang diberikan oleh informan Palestin adalah salah.”
Perjalanan dari rumah Jinan di kota Qalqilya, Tepi Barat ke penjara Chattah-Gilboa sebenarnya hanya memakan masa dua jam, namun kerana kota-kota di Tepi Barat telah dikelilingi oleh tembok pemisah yang hanya ada satu pintu keluar masuk, maka waktu perjalanan kesana menjadi hingga lima jam.
S ibu, Salam Nazal tidak pernah dapat menemani anak-anaknya menjenguk si Ayah, kerana ia termasuk dalam daftar pengawasan militia Israel tanpa sebab yang jelas. Walau khuatir melepaskan ketiga putrinya tersebut, namun ia tetap tabah dengan keadaan putrinya yang masih sangat kecil itu. ” Apa yang dapat saya lakukan ? hanya beginilah kesempatan anak-anak melihat ayah mereka, ” ujar si Ibu saat mengantar Jinan dan kedua adiknya menaiki bas yang disewa oleh
Komitee Palang Merah International (ICRC), kerana Israel menolak menyediakan transport bagi pengunjung, sehingga semua menjadi tanggungan ICRC dan setiap bulan menyediakan bas bagi 20 ribu warga Palestin yang ingin bertemu keluarganya sekaligus menguruskan dokumen2 yang diperlukan.
Meski pun hanya 45 minit, Jinan dan kedua adiknya Dania dan Nur tetap bersemangat dan bagi si bongsu Nur (2), ini kesempatan pertamanya bertemu si Ayah kerana saat Ali Nazal dipenjara, Nur masih berumur 6 bulan.
Dengan memimpin tangan kedua adiknya, Jinan memasuki ruang menunggu. Bertemu dengan ayah mereka walau melalui telepon dan terpisah kaca tebal. Lubang kecil yang ada membuat Ali Nazal hanya mampu menyentuh ujung jari ketiga putrinya bergantian.
Kasihan Mereka…Anak-Anak Yang Tidak Berdosa Harus Berjuang Dengan Risiko Hanya Untuk Mendapatkan Kasih Sayang Dari Ayahnya…
Ya… Allah… Tabahkan Dan Kuatkan Mereka…
Amin..
Isnin, 8 Februari 2010
Mengenai perisian Window 7 yang kononnya menghadapi banyak masalah seperti Window Vista juga...Benarkah Window 7 juga bermasalah?
Apa pun, cuba renungi dan kongsi pengalaman apa yang Mat Indon ni tulis dalam blognya http://teknologi.vivanews.com/
Dengan semakin banyaknya pengguna yang memasang sistem operasi Windows terbaru di komputernya, permasalahan yang belum pernah diketahui sebelumnya mulai timbul.
Meski pun telah diuji dan digunapakai oleh sebanyak 8 juta penguna, Microsoft belum mampu mereplikasikan seluruh senario dalam dunia nyata yang mampu menyebabkan gangguan pada Windows 7.
Masalah terbaru yang ditemukan oleh pengeluar software terbesar tersebut adalah bahwa sistem operasi penerus Windows Vista itu tidak dapat bekerjasama dengan baik dengan harddisk SATA berkapasiti besar.
Microsoft menyebutkan bahwa pengguna mungkin akan mengalami pesan error di Windows 7 saat mereka akan kembali menggunakan komputer mereka setelah ditinggal idle.
“Pesan error muncul saat komputer yang menjalankan Windows 7 atau Windows Server 2008 R2 di harddisk SATA berkapasitas besar, misalnya 1GB,” kata juru bicara Microsoft dalam pernyataannya yang VIVAnews kutip dari Softpedia, 25 Desember 2009.
“Jika Anda menyuruh komputer Anda masuk ke status Sleep atau Hibernate lalu kemudian Anda coba kembali aktifkan, pesan itu akan muncul,” ucap juru bicara Microsoft.
Microsoft telah menemukan sumber masalah itu dan menghadirkan hotfix untuk didownload lewat situs Microsoft Support. Akan tetapi, berhubung perbaikan hanya ditujukan bagi pengguna yang mengalami masalah tersebut. Pengguna yang tidak mendapati masalah, sebaiknya menunggu update resmi dari Microsoft, misalnya dalam bentuk Service Pack 1.
“Saat Anda me-resume komputer, driver harddisk SATA butuh harddisk tersebut untuk siap dalam waktu 10 detik,” kata Microsoft. “Akan tetapi, harddisk SATA berkapasitas lega membutuhkan waktu lebih dari 10 detik. Dalam kasus ini, terjadi operation time out,” jelas Microsoft.